Harapan Indah Education Center

Gejala Anak Alergi Kacang



Di balik segudang keunggulan dan khasiat yang dimiliki, ada sedikit warning yang perlu diwaspadai jika akan mengonsumsi kacang kacangan, yaitu bisa menimbulkan reaksi alergi. Tentu saja, tingkatan reaksi alergi tidak akan sama untuk setiap orang. Dan, gejalanya mulai dari ringan hingga berat, serta mulai dari gatal-gatal, bersin sampai kulit merah dan bibir bengkak hingga anafilaksik (pembengkakkan mulut, bibir dan tenggorokan serta penurunan tekanan darah yang mengakibatkan kesulitan bernafas dan kehilangan kesadaran yang mengancam jiwa). Jenis kacang yang paling umum menyebabkan alergi adalah kacang tanah.

Tips menghindari terjadinya alergi bagi penderita alergi kacang:
  1. Ingin mengonsumsi makanan kemasan? Perhatikan betul daftar komposisi bahan bahannya. Periksalah apakah ada kacang ataupun minyak kacang dalam komposisinya.
  2. Bahan protein nabati terhidrolisis mungkin mengandung kacang tanah.Jadi, hindari makanan yang menuliskan bahan tersebut pada kemasannya.
  3. Konsumsi vitamin C bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga akan mengurangi terjadinya reaksi alergi.

Manfaat Sarapan Untuk Prestasi Anak


Sarapan bagi anak ternyata mempengaruhi prestasi belajar anak di sekolah menurut Ronald E. Kleinman, M.D., dokter spesialis gastroenterologi anak serta pakar nutrisi yang mengajar di Harvard University, Amerika.

“Secara rata-rata, anak yang tidak pernah sarapan memiliki daya pikir dan kemampuan mengingat yang lebih rendah dibandingkan mereka yang makan setiap pagi,” ujar dr. Kleinman.

Sejumlah studi membuktikan pernyataan tersebut. Di Inggris, pernah dilakukan serangkaian penelitian terhadap 600 orang murid mengenai pengaruh kebiasaan sarapan dan performa anak di sekolah. Hasilnya, dibandingkan rekannya yang terbiasa menyantap sarapan, anak-anak yang tidak pernah makan pagi ternyata lebih sulit berkonsentrasi, lambat menanggapi, dan memiliki perhatian amat rendah terhadap pelajaran. Gerak-gerik mereka juga lebih lamban dan cenderung lekas tersinggung.

Itu sebabnya, di Amerika diadakan program Makan Pagi di Sekolah (School Breakfast Program) bagi anak-anak sekolah dasar yang datang dari keluarga berpenghasilan rendah. Sejak program tersebut dimulai pada tahun 1996, menurut Dr. Keith Ayoob, asisten profesor di bidang pendidikan dari Albert Enstein College of Medicine, New York, terlihat peningkatan kualitas para siswa dari sisi akademis. “Perut kosong memang bukan kondisi ideal untuk proses belajar,” kata Dr. Ayoob.

Rutinitas sarapan berperan pula menghindari risiko obesitas pada anak-anak. Menurut dr. Sri Nasar, anak yang tidak sarapan cenderung merasa kelaparan sepanjang hari, lalu makan dalam porsi besar pada jadwal makan siang dan malam. “Juga, mereka cenderung lebih banyak mengemil makanan yang tidak sehat, seperti permen, cokelat, dan gorengan, untuk mengatasi rasa lapar. Jika nafsu makan tidak terkendali, risiko obesitas amat mungkin terjadi,” ujarnya.

sumber : parenting.co.id

Tanya-Jawab Mengenai TB pada Anak

Untuk melengkapi informasi mengenai TB anak, berikut adalah beberapa tanya-jawab yang mungkin bermanfaat.

Apakah TB berbahaya?

TB pada anak umumnya tidak berbahaya, namun dapat memengaruhi pertumbuhan mereka. Pada kasus yang jarang, anak-anak yang berusia di bawah 4 tahun dapat mengembangkan infeksi TB yang menyebar ke seluruh tubuh sehingga membahayakan jiwa. Anak yang lebih besar (usia 13-14 tahun ke atas) bisa mengembangkan infeksi TB dewasa yang merusak paru dan menular ke orang lain.

Apakah imunisasi BCG aman?

Keamanan suatu vaksin telah dipertimbangkan dengan sangat hati-hati oleh Pemerintah dan penyedia layanan kesehatan. Apabila suatu vaksin direkomendasikan untuk diberikan, berarti risiko bahayanya dianggap jauh lebih kecil dibandingkan risiko bahaya apabila vaksin tidak diberikan.
Tidak ada intervensi medis, termasuk vaksin, yang dijamin 100% aman untuk semua orang. Vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin) mengandung strain lemah bakteri TB yang mendorong tubuh anak untuk melawan TB bila terinfeksi dan membangun kekebalan. BCG dapat memiliki efek samping seperti abses (nanah) di tempat suntikan dan pembengkakan kelenjar getah bening, tetapi jarang yang fatal. BCG bisa berbahaya bila diberikan kepada anak dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Setelah imunisasi BCG, apakah anak dijamin aman dari TB?

Tidak ada vaksin yang memberi jaminan 100% perlindungan dari infeksi. BCG diperkirakan 80% efektif untuk melindungi anak dari infeksi selama maksimal 15 tahun. Artinya, 2 dari 10 anak yang diimunisasi BCG akan tetap terkena penyakit bila terinfeksi. Efektivitas BCG menurun di tempat-tempat di mana infeksi TB lebih umum.
Karena tidak ada jaminan bahwa anak yang telah diimunisasi BCG tidak mungkin memiliki TB, sebaiknya anak segera menemui dokter dan mendapatkan didiagnosis sedini mungkin apabila memiliki tanda-tanda infeksi TB.

Hasil ronsen paru negatif, anak saya juga kelihatannya sehat, tapi kenapa dokter memberikan obat TB?

Obat TB yang diberikan dokter untuk kasus tersebut adalah obat pencegahan (profilaksis). Dokter menilai anak Anda terinfeksi TB, tetapi tubuhnya mampu mengatasi sehingga tidak timbul gejala. Kondisi ini disebut TB laten. Anak-anak diberi obat pencegahan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sehingga lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit TB dibandingkan orang dewasa.

Anak saya disarankan dokter untuk tes Mantoux, apakah aman?

Tes Mantoux diberikan melalui injeksi kulit di area terbatas (6-10 mm) pada lengan. Respon di kulit berupa bentol merah (eritema) dan bintik-bintik (indurasi) yang terbentuk dalam 2-3 hari biasanya akan menghilang dalam beberapa hari. Untuk menghindari infeksi, usahakan area itu dijaga kebersihannya dan tidak digaruk. Pada kasus yang sangat jarang, pemberian tes Mantoux dapat memicu respon alergi parah yang disebut anafilaksis.

Apakah tes Mantoux adalah patokan utama?

Tes Mantoux adalah tes yang penting untuk diagnosis TB pada anak, tetapi hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati. Diagnosis TB tidak hanya dinilai dari hasil tes Mantoux saja, tapi dikaitkan dengan temuan lain dari riwayat kesehatan, risiko kontak dengan penderita TB dewasa, pemeriksaan fisik dan hasil ronsen. Indikasi positif TB lebih kuat bila hasil Mantoux >15mm. Namun, meskipun respon Mantoux hanya >5 mm apabila disertai pembesaran kelenjar limfa (benjolan yang teraba di leher, biasanya bergerombol berdekatan) atau flek yang konsisten pada hasil ronsen maka dapat dinilai positif juga. Sebaliknya, hasil Mantoux >10 mm belum tentu menunjukkan positif apabila hal-ahl lain tidak mendukung. Beberapa orang bereaksi terhadap Mantoux meskipun mereka tidak terinfeksi M. tuberculosis. Penyebab reaksi positif palsu ini antara lain adalah infeksi bakteri non-TB atau vaksinasi BCG sebelumnya.
Tes Mantoux juga bisa negatif palsu (memberi hasil negatif, padahal sebenarnya positif) apabila anak memiliki anergi kulit (ketidakmampuan untuk bereaksi terhadap tes kulit karena sistem kekebalan tubuh yang lemah), infeksi TB baru (periode 8-10 minggu setelah paparan), atau berusia muda (kurang dari enam bulan). Anak-anak yang kurang gizi seringkali memberikan hasil negatif palsu.

Apakah ada obat alernatif/alami untuk TB?

Tidak ada obat untuk TB selain obat primer/lini pertama yaitu INH (Isoniazid), Rifampisin, Pirazinamid, Etambutol dan Streptomisin dan beberapa obat sekunder (lini kedua). Gizi yang baik dan cara hidup sehat membantu pengobatan, namun tidak menggantikannya. Anak Anda perlu meminum obat yang diresepkan dokter sampai tuntas. Obat anti TB efektif dan aman untuk membunuh semua bakteri TB apabila diambil sesuai petunjuk dokter.

Beberapa posisi menyusui yang benar




Posisi menyusui
Setelah ibu muda mengetahui hal-hal penting yang berkaitan dengan perispan menyusui, ada baiknya kita tahu, bagaimana posisi menyusui yang benar. Tentunya, posisi menyusui sangat menentukan bagi kenyamanan bayi dan ibu sendiri. Apakah harus selalu menyusui dalam posisi berbaring? Tidak. Kita harus membiasakan bayi bisa menyusu dalam keadaan apapun. Baik kita tidur di rumah, berdiri, duduk, atau bahkan saat kita sedang berada di atas kendaraan.
1. The cradle. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.
2. The cross cradle hold. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.
3. The football hold. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.
4. Saddle hold. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.
5. The lying position. Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.

Menumbuhkan Kemandirian pada Balita

Ketika anak Anda baru lahir, dia sama sekali tidak menyadari bahwa Anda dan dia adalah dua makhluk yang terpisah. Seiring waktu, dia mengembangkan berbagai keterampilan fisik, mental, dan emosional sehingga lebih percaya diri dan mulai memahami bahwa dia adalah pribadi yang berdiri sendiri. Tentu saja, hal itu juga berarti dia semakin ingin melakukan hal-hal dengan caranya sendiri.

Individualitas dan kemandirian

Pengertian anak mengenai individualitas membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Sekitar usia 6 atau 7 bulan, dia mulai menyadari bahwa dirinya terpisah dari Anda dan bahwa Anda bisa meninggalkannya sendirian. Meskipun demikian, kecemasannya sering muncul ketika harus berpisah. Tahap ini dapat berlangsung sampai dengan tahun kedua anak Anda. Begitu dia menjadi lebih sosial dan lebih percaya diri bahwa Anda pada akhirnya akan kembali kepadanya setelah meninggalkan dia di tempat penitipan anak atau dengan pengasuh, dia akan dapat bergerak maju dan membentuk identitas dan kemandiriannya sendiri.

Mengembangkan kemandirian

Anda dapat mendorong anak Anda untuk lebih mandiri dengan melakukan hal-hal berikut:
  • Terimalah beberapa perilakunya. Pembangkangan dan ketidakpatuhan untuk memenuhi permintaan Anda adalah bagian normal dari pertumbuhan balita Anda untuk menjadi seorang individu.
  • Ikuti keinginan anak Anda. Jika dia bersikukuh ingin melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, biarkan dia melakukannya sejauh hal itu masuk akal.
  • Gunakan pengalih perhatian. Anda mungkin merasa kesulitan untuk mendapatkan ketaatan anak Anda terhadap perintah tanpa pengalih perhatian. Jadi, gunakan taktik pengalihan perhatian atau izinkan dia untuk membuat pilihan dan menawarkan dia beberapa kebebasan dan pilihan.
  • Hindari memerintah dan mengultimatum.  Bimbing  dan arahkan dia, bukannya mengancam dan memerintah.
Pada banyak kesempatan anak Anda mungkin melakukan kebalikan dari apa yang Anda inginkan. Dia mungkin lari ketika Anda mencoba untuk mengenakan pakaiannya karena tidak bisa menahan diri untuk segera bermain. Dia juga mungkin tampak membenci hampir semua bentuk kontrol Anda. Dia ingin berpakaian sendiri dan makan sendiri.  Semua perilaku menentang tersebut adalah normal, sebagai bagian dari proses kemandiriannya, bahkan jika  hal itu terasa menjengkelkan bagi Anda.

sumber :majalahkesehatan.com

Agar Susu Formula Tidak Tercemar Bakteri

Akhir-akhir ini media massa banyak memberitakan hasil penelitian tim IPB yang berkesimpulan bahwa sekitar 23 persen susu formula mengandung bakterienterobacter sakazakii. Enterobacter Sakazakii adalah bakteri yang terdapat secara luas dan baru dikenal sebagai spesies unik pada tahun 1980. Dia bisa hadir di mana saja, baik di rumah, rumah sakit, tempat bermain maupun pabrik pembuat makanan bayi. E. Sakazakii dalam jumlah kecil di susu dan makanan bayi–baik karena bawaan dari pabrik maupun kontaminasi selama penyiapan–biasanya tidak membahayakan.minum-susu-formula
Risiko infeksi tertinggi bakteri tersebut ada pada ruang perawatan intensif bayi baru lahir (neonatal intensive care), karena tubuh bayi baru lahir memang masih sangat rentan oleh berbagai infeksi. E. Sakazakii berpotensi menyebabkan wabahenteritis (peradangan saluran pencernaan),sepsismeningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak) dan necrotizing enterocolitis (radang saluran perut) bila neonatal intesive care itu tidak tersterilisasi dengan baik.
Risiko tinggi lainnya terjadi pada susu formula yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan yang hangat. E. Sakazakii berkembang biak pada suhu 37-44 derajat celcius. Berbeda dengan air susu ibu yang mengandung zat antibakteri, susu formulatidak bersifat bakteriostatis (menahan perkembangan dan reproduksi bakteri) sehingga mudah menjadi tempat perkembangbiakan bakteri.
Hasil penelitian tersebut harus membuat kita waspada. Selain lebih selektif memilih produk susu bagi anak kita, kehati-hatian juga diperlukan dalam penyiapan dan pemberiannya. Untuk mengurangi risiko kontaminasi susu formula, lakukanlah beberapa tips berikut:
  1.  Gunakan air masak dari sumber yang baik. Bila menggunakan air minum dalam kemasan, sebaiknya direbus lagi supaya lebih aman. Hindari pemakaian air sumur yang belum teruji kandungan unsur kimiawi maupun jasad reniknya.
  2. Sterilkan botol susu sebelum dipakai. Rebus botol dan dotnya dalam air mendidih selama beberapa menit untuk mematikan bakteri dan kuman lainnya.
  3. Sebelum menyiapkan susu, cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat, lalu lap sampai kering dengan handuk/tisu bersih. Tangan Anda dapat menjadi sumber kontaminasi. (Ibu-ibu seringkali tanpa sadar setelah mengganti popok lalu menyiapkan susu formula tanpa mencuci tangan dengan baik!).
  4. Periksa kondisi kaleng susu. Bila tidak terjadi “letupan kecil” saat kaleng susu dibuka, mungkin ada kebocoran. Jangan berikan kepada bayi susu formula yang kemasannya telah rusak.
  5. Siapkan susu formula secukupnya. Susu yang sudah disiapkan harus segera diberikan kepada bayi. Jangan membiarkan susu formula dalam suhu ruangan terlalu lama. Susu formula yang berada di ruang terbuka lebih dari dua jam harus dibuang. Bila disimpan dalam kulkas, selalu cek kembali kondisinya sebelum diberikan kepada bayi dan harus dibuang setelah melewati 24 jam. Beberapa jenis bakteri dapat hidup dan berkembang biak dalam suhu rendah.
  6. Jangan menyimpan sisa susu yang sudah diberikan kepada bayi. Buang sisa susu yang tidak habis diminum bayi. Susu tersebut mungkin telah terkena bakteri dari liur dan mulut bayi.
  7. Bila dalam perjalanan, jangan menyimpan botol steril Anda di tempat yang sama dengan popok atau baju kotor. Simpan botol di tempat tersendiri yang terisolasi dengan aman.
sumber : majalahkesehatan.com

Seribu Manfaat Menyusui untuk Ibu dan Bayi

Tidak ada yang lebih alami daripada air susu ibu (ASI). ASI memiliki banyak keunggulan dan sangat direkomendasikan untuk bayi sampai usia dua tahun, enam bulan pertama secara eksklusif (tanpa makanan lain). ASI adalah makanan pertama yang terbaik untuk bayi Anda.

Manfaat menyusui bagi bayi

the breastfeeding Lady 1photo © 2007 Raphael Goetter | more info(via: Wylio)Beberapa manfaat menyusui bagi bayi:
  • Kolostrum (susu pertama di hari pertama) banyak mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi terhadap penyakit dan infeksi.
  • Bayi yang diberi ASI lebih jarang menderita sakit. ASI terutama mengurangi risiko:
    • muntah, diare, gastroenteritis, sembelit kronis, kolik, dan gangguan perut lainnya.
    • usus buntu akut, artritis rematik,hernia inguinalis, stenosis pilorus, diabetes tipe I, alergi, asma dan eksim.
    • infeksi telinga, penyakit pernapasan, pneumonia, bronkitis, infeksi ginjal, septicaemia (keracunan darah).
    • SIDS (sindrom kematian bayi mendadak). Statistik menunjukkan bahwa untuk setiap 87 kematian akibat SIDS, hanya 3 pada bayi yang diberi ASI.
    • meningitis, botulisme, limfoma masa kanak-kanak dan penyakit Crohn.
    • kerusakan gigi (gigi berlubang).
    • penyakit jantung di kemudian hari.
  • Menyusui menyebabkan anak memiliki respon antibodi lebih baik terhadap vaksin.
  • ASI memiliki komposisi dan jumlah gizi yang paling sesuai untuk bayi. Komposisi ASI bervariasi sesuai dengan pertumbuhan individual bayi dan perubahan kebutuhan gizinya.
  • ASI mudah dicerna dan selalu memiliki suhu yang tepat.
  • ASI selalu steril, tidak memiliki kuman. Ada unsur dalam ASI yang menghancurkan E coli, salmonella, shigella, streptokokus, pneumokokus dan banyak lainnya.
  • Menyusui merangsang perkembangan rahang dan struktur wajah, pertumbuhan gigi yang tegak dan meningkatkan penglihatan.
  • Menyusui mengembangkan IQ lebih tinggi dan meningkatkan perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Keuntungan IQ akibat menyusui adalah 10-12 poin. Menyusui disebut sebagai trimester ke-4 dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. Ada protein tertentu dalam ASI yang merangsang perkembangan otak bayi.
  • Menyusui menciptakan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Anak merasa memiliki tempat yang aman. Menyusui juga berperan penting dalam perkembangan emosional dan spiritual anak.

Manfaat menyusui bagi ibu

Selain baik untuk bayi, menyusui juga bermanfaat untuk ibu. Proses menyusui memberikan efek menguntungkan berikut bagi ibu:
  • Mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang menyusui mengurangi risiko terkena kanker payudara sebanyak 25 persen. Pengurangan risiko kanker terjadi proporsional dengan durasi menyusui kumulatif seumur hidup. Artinya, semakin banyak bulan atau tahun ibu menyusui, semakin rendah risikonya terkena kanker payudara.
  • Mengurangi risiko kanker rahim dan ovarium. Tingkat estrogen yang lebih rendah selama menyusui menyebabkan risiko kedua kanker itu menurun. Diduga penurunan estrogen menyebabkan berkurangnya rangsangan terhadap dinding rahim dan juga jaringan payudara, sehingga memperkecil risiko jaringan tersebut menjadi kanker.
  • Mengurangi osteoporosis. Wanita tidak menyusui memiliki risiko empat kali lebih besar mengembangkan osteoporosis daripada wanita menyusui dan lebih mungkin menderita patah tulang pinggul di tahun-tahun setelah menopause.
  • Manfaat KB alami. Menyusui dapat mengakibatkan penundaan ovulasi sehingga ibu menyusui tidak subur untuk sementara waktu. Berapa lama seorang wanita kembali subur tergantung pada pola menyusui bayinya dan kecenderungan tubuhnya sendiri.
  • Meningkatkan kesehatan emosional. Menyusui tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk pikiran. Studi menunjukkan bahwa ibu menyusui kurang menunjukkan kecemasan dan depresi postpartum daripada ibu yang memberikan susu formula.
  • Meningkatkan penurunan berat badan. Ibu menyusui menunjukkan lebih banyak penurunan lingkar pinggang dan massa lemak dalam satu bulan setelah melahirkan dibandingkan ibu yang memberikan susu formula. Ibu menyusui cenderung kembali ke berat badan sebelum kehamilan.
  • Menyusui tidak perlu biaya. Pemberian susu formula bagi bayi dapat memerlukan biaya lebih dari Rp 5 juta setahun. Para ibu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk mendapatkan ASI.
  • ASI selalu tersedia untuk diberikan. Menyusui bisa menghemat waktu untuk menyiapkan botol, menuangkan air, mencampur susu dan mensterilkan botol yang sudah dipakai .
Menyusui dapat dilakukan setiap wanita, namun tidak selalu berarti tanpa proses belajar. Setiap anak berbeda dan setiap ibu berbeda. Menyusui adalah keterampilan yang memerlukan proses belajar pada kedua belah pihak. Bagi beberapa ibu, proses belajarnya dapat sangat melelahkan dan membuat frustrasi. Namun, tetaplah bersabar menjalankannya mengingat manfaatnya yang sedemikian besar.

sumber: majalahkesehatan.com

6 Tips Pemberian Susu Formula pada Bayi

Air susu ibu adalah makanan terbaik yang dapat diberikan kepada anak Anda dalam enam bulan pertama kehidupan. Menyusui adalah cara alami untuk memberi makan bayi. ASI memiliki komposisi dan suhu yang tepat. Dengan menyusui, Anda juga mendekatkan tubuh dan melakukan kontak mata dengan anak Anda. Napas dan suara Anda menenangkan anak dan membuatnya akrab dengan Anda. ASI mengandung zat khusus yang melindungi bayi dari penyakit seperti pilek dan influenza. Selain itu, ASI mudah dan murah. Anda dapat memberikan ASI setiap saat dan di setiap tempat yang tenang. Anda tidak harus membersihkan botol dan menghabiskan uang untuk membelinya.
IMG_1117photo © 2010 bradleyolin | more info(via: Wylio)Namun, beberapa wanita tidak cukup memproduksi ASI, tidak memiliki waktu karena bekerja seharian penuh, memiliki masalah kesehatan atau kendala lain sehingga tidak bisa memberikan ASI secara memadai. Untuk itu, pemberian susu formula tidak terelakkan. Bila Anda termasuk dalam kelompok tersebut, berikut adalah tips pemberian susu formula yang perlu Anda perhatikan:

1. Pilih produk sesuai usia

Hal yang terpenting adalah memastikan kesesuaian produk dengan usia anak Anda. Setiap susu formula memiliki nutrisi dengan komposisi yang disesuaikan dengan usia anak. Jangan sekali-kali memberikan susu sapi biasa ke bayi. Susu itu tidak dianjurkan karena tidak memiliki unsur-unsur nutrisi yang tepat untuk bayi dan dapat memicu masalah pencernaan.
Ada banyak jenis susu formula di pasaran. Sejauh ini yang paling populer dan mungkin yang terbaik adalah susu formula yang terbuat dari susu sapi. Bagi bayi yang memiliki intoleransi laktosa, susu formula berbasis kedelai dan susu kambing bisa menjadi pilihan. Ada banyak merek yang tersedia di pasaran dan semua merek tunduk pada aturan dan pengawasan pemerintah (BPOM). Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan kandungannya. Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan kandungan nutrisi antar produk susu formula, yang semuanya dibuat menyerupai kandungan gizi pada ASI. Perbedaan antar produk biasanya terletak pada kadar gula, protein dan lemak. Semua susu formula bayi diperkaya dengan zat besi (untuk mencegah anemia) dan vitamin D (untuk mempromosikan pertumbuhan tulang). Beberapa susu formula juga dilengkapi dengan DHA dan ARA, yang ditemukan dalam ASI dan diperkirakan membantu pertumbuhan otak bayi.

2.Ikuti dosis yang dianjurkan

Jangan memberikan lebih atau kurang dari takaran yang ditunjukkan pada kemasan susu. Susu yang terlalu encer akan membuat bayi cepat lapar kembali, dan bila terlalu kental dapat menyulitkan pencernaannya. Selalu gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan. Takaran satu sendok adalah satu sendok penuh yang diratakan.

3. Perhatikan kebersihan

Rebuslah dengan air mendidih botol, cincin dan dot susu yang sudah dicuci  sebelum digunakan kembali. Selalu gunakan air matang yang hangat untuk mencampur susu. Susu formula yang berada lebih dari satu jam pada suhu kamar tidak boleh diberikan kepada bayi Anda. Susu formula tidak steril, dan bakteri dapat bertahan hidup dalam susu meskipun Anda menggunakan air steril untuk mencampurnya. Di suhu ruangan, bakteri  itu akan berkembang biak dengan cepat. Bahkan jika Anda menyimpan susu formula di lemari es, bakteri dapat berkembang dalam beberapa jam. Anak Anda dapat mengalami infeksi perut bila meminumnya.

5. Jangan menjadwalkan pemberian susu

Nafsu makan bayi Anda bervariasi dari hari ke hari dan bulan ke bulan, jadi biarkan dia mengatur waktu makannya sendiri. Bayi Anda akan meminta susu sesering yang dia perlukan, selama Anda memahami dan menanggapi isyaratnya. Ketika bayi Anda baru lahir, dia akan minum sedikit tetapi sering, sehingga pemberian botol dilakukan setiap dua atau tiga jam sekali. Semakin besar, semakin besar porsi untuk setiap pemberian sehingga frekuensinya berkurang. Sebagai aturan umum, bayi Anda membutuhkan antara 150 ml dan 200 ml susu formula per kilogram berat tubuhnya per hari. Jadi, jika bayi Anda beratnya 5 kg, dia akan membutuhkan antara 750 ml dan 1.000 ml susu formula selama periode 24-jam untuk memuaskan rasa laparnya.

4. Berikan susu formula seperti memberikan ASI

Terutama pada bayi di bawah enam bulan, pemberian susu formula sebaiknya dilakukan seperti halnya memberikan ASI, yaitu dengan menggendong. Jaga kontak mata dan kontak kulit Anda, dan berbicaralah dengannya. Kedekatan dengan ibu adalah ”makanan batin” yang sangat dibutuhkan untuk perkembangannya.

6. Perhatikan saat pemberian susu

Miringkan botol sedikit sehingga ujung dot selalu penuh dengan susu, bukan udara. Anda akan melihat gelembung-gelembung di dalam botol saat bayi Anda mengisap. Dia mungkin mengisap dengan kuat lalu beristirahat di antaranya. Istirahat itu memberinya waktu untuk merasakan apakah sudah kenyang atau belum. Jika Anda mendengar suara bising ketika bayi Anda minum, mungkin terlalu banyak udara di botolnya. Periksalah apakah dot susu sudah terpasang dengan kencang dan posisi botol tidak terlalu miring.

Konsumsi Ikan di Usia Dini Mengurangi Risiko Alergi

Alergi ikan dan hewan laut lain seperti udang dan kepiting merupakan salah satu jenis alergi makanan yang paling umum. Dahulu para peneliti menduga bahwa mengenalkan makanan laut di usia dini mungkin meningkatkan risiko alergi di kemudian hari. Namun belakangan ini, pendapat itu telah banyak disangkal. Para peneliti justru kini menduga bahwa memperkenalkan ikan pada usia dini justru dapat membantu melindungi terhadap alergi.
Hasil penelitian mengenai hal itu banyak sekali, di antaranya adalah studi yang dipublikasikandi jurnal Pediatrics tahun lalu, yang menemukan prevalensi gejala mirip asma yang lebih rendah di antara anak-anak yang dikenalkan untuk makan ikan antara usia 6 dan 12 bulan.
Penelitian yang “mendompleng” studi kelompok kelahiran berbasis populasi di Rotterdam, Belanda itu menemukan bahwa pengenalan ikan pada usia anak antara 6 dan 12 bulan– tetapi tidak sesudahnya– berkaitan dengan prevalensi wheezing(mengi) yang rendah. Paparan makanan ikan pada jendela usia antara 6 dan 12 bulan mungkin berkaitan dengan penurunan risiko asma.
Studi lain dalam The American Journal of Clinical Nutrition yang memantau perkembangan 3.285 anak dari usia 1 sampai 12 menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi setidaknya dua porsi ikan per bulan mengurangi risiko keseluruhan prevalensi dan insiden penyakit alergi sebesar 74% untuk rhinitis dan 78% untuk eksim.
Namun demikian, studi-studi tersebut masih bersifat observasional dan menarik kesimpulan yang sifatnya korelasi, bukan sebab-akibat. Belum diketahui secara pasti mengapa korelasi tersebut ada.

Beberapa tips

Bila ingin memberikan ikan dalam menu anak Anda, beberapa tips berikut mungkin bermanfaat:
  • Hindari ikan-ikan tertentu yang berpotensi tercemar merkuri. Pantai Jakarta dan sekitarnya diketahui cukup tercemar oleh limbah industri. Hindari jenis ikan besar/ikan predator yang berada pada rantai makanan atas seperti ikan hiu, ikan todak, dan makarel raja. Daging mereka dapat mengandung akumulasi merkuri dari ikan-ikan lebih kecil yang mereka makan. Jenis ikan lain yang perlu dihindari adalah yang habitatnya dekat ke dasar laut seperti kerapu, lobster, dan kerang karena kandungan merkuri di sedimen dasar laut lebih tinggi.
  • Buang kulit dan lemak pada ikan laut, terutama lemak perut. Merkuri menumpuk pada bagian lemak ikan.
  • Makanlah dua porsi ikan seminggu dari berbagai ikan kecil dan ikan perairan darat seperti ikan bawal, kakap, lele, gurame, udang tambak dan kerang sungai yang rendah merkuri.
sumber : majalahkesehatan.com

Sindrom Aspirasi Mekonium

Sindrom aspirasi mekonium adalah gangguan pernapasan pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh masuknya mekonium (tinja bayi) ke paru-paru sebelum atau sekitar waktu kelahiran.

Penyebab

Sindrom atau kumpulan gejala ini lebih umum terjadi pada bayi postmatur, yaitu mereka yang dilahirkan melewati 42 minggu usia kehamilan. Pada bayi tersebut, bayi yang stres karena kekurangan oksigen mengeluarkan mekonium. Mekonium adalah feses berwarna hijau gelap yang steril, yang diproduksi dalam usus sebelum kelahiran. Dalam kondisi normal, mekonium baru dikeluarkan setelah lahir ketika bayi mulai menyusui. Namun, sebagai respon stres bayi dapat mengeluarkan mekonium ke dalam cairan ketuban. Stres juga dapat menyebabkan janin mengeluarkan refleks terkejut yang mengambil napas kuat, sehingga mekonium terhirup ke dalam paru-paru.
Setelah kelahiran, mekonium yang terhirup ini dapat menghalangi saluran udara dan menyebabkan paru-paru tidak dapat mengembang. Saluran udara bisa tersumbat sebagian atau seluruhnya. Air ketuban dan mekonium juga bisa menumpuk dalam rongga dada di sekitar paru-paru (pneumotoraks), yang dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonitis) dan meningkatkan risiko infeksi paru-paru dan hipertensi pulmonar persisten (persistent pulmonary hypertension of the newborn/PPHN).
Sindrom aspirasi mekonium pada bayi baru lahir postmatur dapat berakibat parah karena mereka memiliki volume cairan ketuban yang lebih kecil sehingga mekonium lebih terkonsentrasi dalam cairan ketuban.

Gejala

Bayi yang baru lahir memiliki kulit yang kebiruan (sianosis) karena kekurangan oksigen, bernapas cepat, bernapas dalam sehingga dinding dada tertarik, dan mengeluarkan napas seperti mendengus. Bayi juga mungkin memiliki tekanan darah rendah.

Diagnosis

Diagnosis didasarkan pada keberadaan mekonium dalam cairan ketuban di saat lahir, gangguan pernapasan pada bayi baru lahir, dan hasil pemeriksaan rontgen dada abnormal.

Perawatan

Segera setelah kelahiran, jika bayi yang baru lahir tertutupi oleh mekonium, lemas dan tidak bernapas, dokter segera menghisap mulut, hidung, dan tenggorokan untuk menyedot mekonium yang ada di saluran pernapasan. Dokter kemudian menempatkan tabung pernapasan ke dalam tenggorokan (trakea) untuk menyedot sisa mekonium yang masih ada.
Bayi dengan sindrom aspirasi mekonium biasanya membutuhkan tambahan oksigen (resutisasi) dan mungkin juga bantuan pernapasan dengan ventilator. Bayi yang ditempatkan pada ventilator harus dipantau dengan seksama kalau-kalau mengalami komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru atau hipertensi pulmonal persisten. Pemberian antibiotik mungkin diperlukan bila ada risiko infeksi.
Kebanyakan bayi baru lahir dengan sindrom aspirasi mekonium bertahan hidup. Namun, jika gangguannya berat atau penanganannya terlambat maka dapat menyebabkan kematian.

sumber : majalahkesehata.com

Tanya Jawab Mengenai “Picky Eater”

Oleh: dr Sony Prabowo, Sp.A'Picky' photo (c) 2011, David Goehring - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/
Banyak pertanyaan yang masuk melalui rubrik konsultasi kesehatan bayi dan anak mengenai anak batita/balita yang suka memilih-milih makanan (“picky eater”). Agar masalah ini tidak menjadi pertanyaan yang sama berulang-ulang, berikut ini kami sajikan tanya-jawab lengkap mengenai “picky eater”. Bagi para orangtua yang menghadapi masalah ini, silakan membaca tanya-jawab ini sebelum mengajukan konsultasi, barangkali yang akan Anda tanyakan sudah ada jawabannya.

Apakah “Picky Eater”?

Pada usia balita/sebelum sekolah, anak-anak sering sulit makan, tidak mau mencoba makanan yang baru, dan pertumbuhannya pun jadi lebih lambat dibandingkan saat di bawah usia 1 tahun. Hal ini seringkali menjadi keprihatinan para orang tua. Anak pemilih makanan ini, yang biasa dikenal dengan sebutan “picky eater”, memiliki karakteristik antara lain:
  • mengeluhkan makanan yang disajikan di meja makan
  • menolak beberapa makanan tertentu, terutama sayuran dan daging
  • meletakkan makanan yang tidak disukainya di tepi piring
  • menyembunyikan makanan yang tidak disukainya atau memberikannya pada hewan peliharaan di rumah
  • tetap mengkonsumsi makanan yang mencukupi kebutuhan kalori untuk pertumbuhannya secara normal.

Apa penyebabnya?

Anak-anak seperti halnya orang dewasa memiliki makanan yang disukai ataupun yang tidak disukainya. Pada usia 2-3 tahun sekitar 20% anak termasuk “picky eater”. Anak biasanya tidak menyukai makanan yang terasa pahit maupun pedas dan masam. Terkadang anak tidak menyukai makanan karena warnanya tidak menarik, tetapi lebih sering karena makanan tersebut sulit untuk dikunyah. Anak-anak menyukai daging yang lembut dibandingkan daging yang keras, dan sayuran yang telah dimasak dibandingkan yang mentah.

Berapa lama akan berlangsung?

Kebanyakan “picky eater” akan berubah dengan bertambahnya usia. Setelah menginjak usia sekolah, anak akan mencoba bermacam makanan yang baru karena pengaruh teman sebayanya. Pada usia remaja, di mana nafsu anak bertambah, mereka akan mencoba untuk makan berbagai makanan yang baru.
Orang tua diharapkan tidak memaksa anak-anak untuk makan makanan yang tidak disukainya. Bila orang tua memaksakannya maka anak dapat memuntahkannya dan akan menyebabkan hilangnya perasaan menyenangkan pada saat makan. Hal ini pada akhirnya akan menurunkan nafsu makannya. Kemauan untuk mengenal makanan yang baru dapat diharapkan lebih baik setelah anak mulai menginjak usia remaja.

Apa yang bisa dilakukan?

Sebagai orangtua, hal-hal berikut dapat Anda lakukan:
  • Siapkan makanan utama yang disukai setiap anggota keluarga di rumah. Hindari makanan utama yang tidak disukai anak Anda. Beberapa anak tidak menyukai beberapa makanan yang dicampurkan bersama.
  • Berikan contoh yang baik. Anak akan selalu meniru kebiasaan orang tua. Bila pada saat makan orangtua makan dengan nafsu makan yang tinggi, anak tentu akan menirunya.
  • Biasakan dengan rutinitas dan disiplin. Sajikan makanan dan camilan pada saat yang kurang lebih sama setiap harinya. Biasakan dia makan 3 kali sehari dan mendapat 2 kali makanan kecil sehari. Sediakan jus segar atau susu di samping makanan, dan air putih di antara waktu makan dan camilan. Bila Anda memberikan susu atau jus terlalu banyak sepanjang hari, maka akan membuat nafsu makannya menurun.
  • Minta bantuan dari anak Anda. Pada saat berbelanja, mintalah anak Anda untuk memilih sayuran dan buah serta makanan lainnya yang sehat. Di rumah, libatkan dia waktu mencuci sayuran, mengaduk roti, menata meja makan, dsb.
  • Sesekali ijinkan untuk mengkonsumsi makanan pengganti. Bila anak menolak makanan utama, ijinkan untuk mengkonsumsi makanan pengganti, misalnya : sereal, yogurt, sandwich yang disiapkannya sendiri. Jika anak Anda hanya menyukai daging ayam, siapkan persediaan daging ayam di lemari es Anda.
  • Jangan menjadi “koki pribadi” anak Anda. JANGAN biasakan untuk memasakkan makanan khusus untuk anak Anda. Biasakan anak untuk memakan makanan yang disiapkan untuk sekeluarga. Bila Anda selalu memasakkan masakan khusus untuknya ketika dia menolak makanan yang telah disajikan di meja makan, dia akan menjadi lebih memilih-milih makanan.
  • Hargai kesukaan / ketidaksukaan anak terhadap makanan tertentu. Bila anak Anda tidak lapar, jangan paksa dia untuk makan. Bila anak tidak menyukai beberapa makanan tertentu (terutama bila makanan tersebut membuatnya muntah), jangan sajikan makanan tersebut kepadanya.
  • Jangan kawatir terhadap sayuran, berikan lebih banyak buah. Karena sayuran lebih susah dikunyah dan terkadang terasa pahit, seringkali anak tidak menyukainya. Kebanyakan sayuran dapat digantikan oleh buah-buahan dengan kandungan vitamin dan mineral yang sama baiknya. Anda dapat memberikan buah-buahan untuk menggantikan sayuran.
  • Jangan ijinkan untuk mengeluhkan makanan yang disajikan. Buat peraturan di rumah bahwa anak dapat menolak mengkonsumsi beberapa makanan yang tidak disukainya, tetapi anak tidak boleh mengeluh atau menggerutu di saat makan. Bila dia tetap mengeluh terus, masukkan dia ke kamarnya dan simpan makanannya. Bila dalam 1 jam dia merasa lapar dan minta makan, berikan kepadanya makanannya tersebut.
  • Berikan semangat pada anak untuk mencoba makanan baru. Rasa makanan juga merupakan hal yang perlu dipelajari oleh anak. Anak Anda akhirnya dapat menyukai suatu makanan yang sebelumnya tidak disukainya. Berikan waktu secukupnya pada anak untuk mengenal rasa makanan. Sajikan dalam porsi kecil suatu makanan yang baru berulang-ulang dalam hari yang berbeda, dan minta anak Anda untuk mencicipinya. Memberikan makanan yang baru pada saat anak sedang lapar akan lebih efektif.
  • Hindari tekanan atau hukuman pada saat makan. Jangan pernah menekan, merayu atau “menyuap” anak untuk menghabiskan semua makanan di piringnya. Jangan hukum dia bila menolak untuk mencicipi makanan yang baru. Memaksa atau menekannya hanya akan membuatnya lebih membenci makanan tersebut dan akhirnya akan memuntahkannya. Hal ini akan memperparah situasi dan membuatnya lebih membenci saat makan / makanan tersebut.
  • Jangan jadikan makanan penutup sebagai “suap”. Ijinkan anak untuk tetap mendapatkan makanan penutup, walaupun dia tidak menghabiskan makanan utama, selama dia mengkonsumsi makanan utama cukup banyak. Jangan berikan makanan yang manis sebagai suap. Makanan penutup tidak selalu harus manis, buah-buahan dapat dijadikan sebagai makanan penutup.
  • Jangan perpanjang waktu makan. Jangan biarkan anak tetap duduk berlama-lama di meja makan setelah semua anggota keluarga lainnya selesai makan. Hal itu akan membuat saat makan menjadi suasana yang tidak menyenangkan baginya. Berikan waktu tambahan 5-10 menit bila anak Anda masih ingin makan.
  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Jadikan saat makan menjadi acara keluarga yang menyenangkan. Ajak anak untuk bercakap-cakap. Berikan waktu kepadanya untuk menceritakan aktivitasnya pada hari itu. Ceritakan hal-hal yang menyenangkan pada saat makan. Jangan jadikan saat makan sebagai saat untuk mengkritik atau memarahi anak Anda.
  • Buat makanan yang menyenangkan dan bersikaplah kreatif saat memasak.Sajikan brokoli dan sayuran lainnya dengan saos kesukaannya. Potong makanan menjadi berbagai macam bentuk. Sajikan makanan dengan berbagai warna alami yang menarik.
  • Hindari pembicaraan tentang makan. Hindari membicarakan apa yang anak Anda makan saat dia ada. Jangan berikan pujian bila dia makan dengan baik. Jangan berikan hadiah atau “suap” bila anak makan sesuai yang Anda inginkan. Sesekali Anda dapat memujinya bila anak Anda mau mencoba makanan yang baru yang tidak dia sukai sebelumnya. Anak harus dibiasakan makan untuk memenuhi kebutuhannya, bukan untuk menyenangkan orang tua.
  • Hindari gangguan saat makan. Matikan televisi dan gadget elektronik lainnya pada saat makan. Ini akan membantu anak lebih fokus pada saat makan. Iklan TV dapat membuat anak lebih menyukai makanan yang manis.
  • Berikan suplemen vitamin dan mineral sehari-hari. Bila anak tidak makan secukupnya untuk kebutuhan tubuhnya sehari-hari, Anda dapat memberikan suplemen multivitamin dengan dosis normal untuk usianya. Vitamin dapat meningkatkan nafsu makan anak, dan tentunya membuat orang tua lebih tenang dan tidak terlalu khawatir bila nafsu makan anak tidak terlalu memuaskan.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

Anda perlu berkonsultasi masalah “picky eater” pada anak Anda bila :
  • berat badannya terus menurun
  • anak selalu muntah setelah mengkonsumsi makanan tertentu
  • anak mengeluh nyeri pada ulu hati atau dada bagian tengah
  • Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut.

Bahaya Radiasi Ponsel Pada Manusia Khususnya Anak

Kemajuan teknologi telekomunikasi khususnya teknologi telepon seluler (ponsel) sangat luar biasa. Sehingga pemakaian handphone sangat luas di kalangan masyarakat tidak mengenal usia dan tingkat ekonomi. Bahkan hingga saat ini siapapun meski hanya dengan modal sedikit fapat memilikinya. Bukan hanya seorang berduit, bahkan seorang tukang ojek, loper koran, tukang parkir bahkan tukang becakpun sudah biasa memegang ponsel. Termasuk usia pemakaipun bukan hanya orang dewasa usia anak dan remaja adalah hal biasa sudah memegang ponsel saat sekolah.
Dibalik boomingnya gadget favorit itu ternyata tersembunyi dampak kesehatan sangat besar dapat terjadi pada manusia yang tidak pernah disadari. Berbagai penelitian menunjukkan radiasi ponsel dapat mengganggu beberapa organ dan sistem tubuh manusia. Gangguan ini akan lebih mudah dan lebih berat bila terjadi pada anak, karena ketidakmtangan beberapa oragan tubuh anak. Apa saja dampak kesehatan yang bisa terjadi dan bagaimana pencegahannya ?
Waspadai Blackberry
Pihak BlackBerry (BB) telah mengeluarkan pernyataan bahwa meletakkan smartphone itu di kantong bisa membahayakan kesehatan. Menurut buku panduan penggunaan BB, khususnya edisi Torch, disebutkan bahwa sebaiknya BB digunakan dengan sarungnya atau ditaruh di kantong lain yang terlepas dari pakaian. Setidaknya, ada jarak 25 mm antara BB dan tubuh ketika ponsel itu melakukan transmisi. BB yang ditaruh terlalu dekat dengan tubuh, terkecuali yang telah dipakaikan sarung resmi dari RIM, bisa menyebabkan gadget itu mengeluarkan frekuensi radio yang berlebihan dari ukuran standar. Panduan itu juga menyebut dalam jangka panjang, bila selalu terpapar BB secara dekat , akan menyebabkan masalah serius pada kesehatan. Ponsel seperti blackberry juga mendatangkan masalah. Menurut pakar kesehatan, ponsel cerdas ini tidak hanya mengganggu kesehatan fisik tetapi juga mental.
Menurut studi dari Rutgers University, blackberry sangat memicu ketergantungan sehingga membuat pengguna memerlukan terapi setara dengan terapi ketergantungan obat-obatan. Dengan kemampuan tetap terhubung selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu, blackberry dan perangkat serupa memicu ketergantungan internet dan e-mail. Menurut peneliti, kondisi tersebut mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental. Apa yang membuat ketergantungan? Pesan atau e-mail yang langsung bisa diakses melalui blackberry, terang peneliti, membuat  tidak bisa lama-lama meninggalkan blackberry.  Dalam keadaan seperti itu secara tidak sadar selalu membuka blackberry, berharap menemukan pesan atau e-mail yang menyenangkan.
Bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur berkualitas mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental. Padahal, mendapatkan tidur yang bagus tidak semudah yang Anda bayangkan. Dan kemampuan untuk memejamkan mata semakin rumit dengan hadirnya blackberry.  Serangkain percobaan menunjukkan bahwa mengirim pesan atau chatting melalui ponsel sebelum jam tidur bisa mengganggu pola tidur, memicu insomnia, sakit kepala dan kesulitan konsentrasi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, hasil studi awal dari Uppsala University di Swedia menunjukkan bahwa radiasi sedikit saja dari ponsel bisa mengganggu tidur.  Sebuah penelitian yang didanai perusahaan-perusahan ponsel mengidikasikan bahwa radiasi dari handset dapat menimbulkan sejumlah gangguan seperti insomnia, sakit kepala dan pusing-pusing.  Radiasi juga dapat menurunkan durasi tidur lelap sehingga mengganggu kemampuan tubuh untuk memulihkan diri.
Ponsel khususnya blackberry dapat memicu kecemasan. Tidak bisa disangkal bahwa blackberry merupakan perangkat revolusioner. Gadget kecil ini bisa memenuhi semua kebutuhan komunikasi Anda. Tapi jika perangkat yang sama juga menyebabkan ketergantungan, merusak konsentrasi dan mengganggu tidur, tentunya blackberry juga akan membuat stress. Tingkat stress lebih parah jika Anda sangat bergantung terhadap blackberry dalam mengerjakan tugas sehari-hari.
Radiasi terhadap Otak
Radiasi ponsel telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan fungsi otak atau susunan saraf pusat. Gangguan ke otak tersebut meliputi mulai dari tumor hingga insomnia. Meskipun temuan studi masih bertentangan, bukti mulai menunjukkan adanya peningkatan risiko tumor otak di kalangan pengguna ponsel.
Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut. “Ketika menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak,” ungkap Prof Henry Lai dari University of Washington, AS, seperti dikutip web MD Health.
Efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam sejak remaja akan mempunyai periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya. Seseorang tidak tahu apakah anak-anak lebih mudah terkena radiasi, sebaiknya menggunakan headset guna menjauhkan antena dari kepala.
Para ahli dari Karolinska Institute di Swedia dan Wayne State University di Amerika Serikat yang melakukan riset tentang radiasi ini dengan dukungan dana dari Mobile Manufacturers Forum.  Para ahli melibatkan sebanyak 35 pria dan 36 wanita berusia18 hingga 45 sebagai partisipan dalam penelitian.  Selama riset, beberapa partisipan dikondisikan untuk mendapatkan efek radiasi yang setara dengan jumlah yang diterima ketika seseorang menggunakan ponsel.  Beberapa partisipan lain juga harus menjalani kondisi serupa, namun tanpa diberi efek radiasi.  Setelah simulasi tersebut terungkap bahwa partisipan yang diberikan efek radiasi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk masuk ke tahap pertama dari beberapa tingkatan tidur nyenyak (deep sleep). Partisipan ini juga menghabiskan waktu sebentar saja pada tahap tidur paling dalam. “Riset mengindikasikan bahwa dengan pemberian efek radiasi di laboratorium menggunakan sinyal wireless 884 MHz  penting artinya komponen tidur untuk dapat memulihkan diri dari pengaruh buruk akibat pemakaian sehari-hari,” ungkap peneliti dalam kesimpulannya.  Salah satu peneliti, Profesor Bengt Arnetz, mengatakan “Riset ini mengindikasikan dengan kuat bahwa penggunaan ponsel berhubungan dengan perubahan khusus pada bagian otak yang berfungsi mengaktifkan dan mengkoordinasikan sitem stres. Teori lainnya yang muncul adalah adalah radiasi dapat mengganggu produksi  hormon melatonin, yang berfungsi mengatur ritme tubuh secara internal. Dari riset ini pun terungkap bahwa setengah dari total partisipan mengalami gangguan yang disebut elektrosensitif.  Mereka mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala, gangguan fungsi kognitif akibat penggunaan ponsel. “Bukti-bukti sekarang semakin menguatkan bahwa kita seharusnya menangani masalah ini dengan cara yang sifatnya mencegah. Riset ini menganjurkan jika Anda memang harus menelepon di malam hari, akan lebih baik menggunakan telepon kabel, dan jangan simpan ponsel Anda di meja dekat tempat tidur,” ungkap Alasdair Philips direktur Powerwatch, yang  meneliti dampak bidang elektromagnet terhadap kesehatan.
Mike Dolan, direktur eksekutif  Mobile Operators Association, justru menilai hasil riset ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lainnya. “Ini hanyalah sedikit bagian saja dari teka-teki ilmiah yang sangat besar. Ini hanyalah efek yang sangat kecil, seorang peneliti cenderung menilainya tidak lebih dari sebuah efek yang timbul dari secangkir kopi,” ungkapnya.
Sebuah riset selama enam tahun yang dilakukan UK Mobile Telecommunications dan Health Research Programme (MTHRP) di Inggris menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel tidak menimbulkan  risiko jangka pendek pada otak. Namun begitu, para peneliti mengatakan mereka tidak mengesampingkan adanya kemungkinan risiko jangka panjang  yang dapat menimbulkan kanker
Kanker Kelenjar Getah Bening
Menurut sebuah penelitian terbaru di Israel, pengaruh radiasi akibat penggunaan ponsel yang berlebihan berpotensi menyebabkan kanker kelenjar ludah. ndikasi terbaru akan pengaruh buruk ponsel, terungkap melalui hasil penelitian yang melibatkan sekitar 500 orang Israel yang mengidap kanker. Dalam penelitian ini, data penggunaan ponsel para partisipan dianalisis dan dibandingkan dengan 1.300 pemeriksaan kesehatan.Dari hasil analisis, partisipan yang biasa memakai ponsel dengan menempelkannya di satu sisi kepala selama beberapa jam tercatat 50% berisiko lebih besar mengidap kanker kelenjar ludah.  Riset mengenai pengaruh ponsel ini dipublikasikan dalam The American Journal of Epidemiology.
Penelitian tentang pengaruh ponsel memang sudah banyak dilakukan dan kebanyakan selalu memusatkannya pada risiko mengidap penyakit tumor. Dan tak jarang di antara riset tersebut tidak menemukan hubungan signifikan antara radiasi ponsel dengan risiko mengidap kanker. Menurut peneliti di Tel Aviv University,  penelitian-penelitian tersebut  cenderung selalu terfokus pada tumor otak, dan seringkali tidak  mengujinya untuk penggunaan jangka panjang. Kanker kelenjar ludah adalah jenis penyakit dengan prevalensi sangat rendah. Inggris misalnya, dari 230.000 kasus kanker yang ditemukan setiap tahunnya, hanya 550 kasus saja yang berhubungan dengan jenis yang satu ini.
Dr. Siegal Sadetzki yang memimpin riset ini mengatakan penggunaan ponsel di Israel tercatat lebih tinggi ketimbang negara lain di dunia. Fenomena ini memberikan keuntungan bagi riset karena peneliti dapat memantau pengaruhnya untuk  jangka panjang  atau pun dampak kumulatif yang akan terjadi. “Dibandingkan dengan penelitian lain, jumlah paparan pada radisi frekuensi radio yang kami pantau di sini lebih tinggi. Jika Anda mau, Anda akan melihat apa yang terjadi di mana pun lebih cepat terjadi di Israel,” ungkapnya.
Salah satu temuan kunci dari penelitian ini adalah penggunaan ponsel yang tinggi di wilayah pinggiran atau pedesaan ternyata memiliki dampak risiko lebih tinggi ketimbang di kota.  Hal disebabkan fakta bahwa penggunaan ponsel di area dengan sinyal lemah butuh pancaran radiasi yang lebih kuat supaya ponsel dapat berfungsi.
Namun Dr Sadetzki menekankan, satu penelitian saja tidak cukup untuk membuktikan suatu hubungan sehingga penelitian lanjutan perlu dilakukan. Meski demikian,  hingga bukti-bukti baru ditemukan, lanjutnya, pendekatan yang bersifat pencegahan tetap merupakan yang terbaik khususnya dikaitkan dengan penggunaan ponsel pada anak-anak.
Walau temuan baru dari Israel ini menunjukkan adanya dampak signifikan, sebuah penelitian terbesar dan terpanjang tentang ponsel lainnya justru tidak menemukan adanya peningkatan risiko jenis kanker apapun. Penelitian tersebut melibatkan 420.000 orang di Denmark, yang telah menggunakan ponsel selama kurang lebih 10 tahun. Dari riset itu terungkap fakta bahwa kasus kanker ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan untuk ukuran riset sebesar itu.  Hal itu juga mengindikasikan bahwa ponsel tak memiliki dampak  pada perkembangan tumor
Mengganggu Sperma ?
Kaitan penggunaan ponsel dan kualitas sperma diungkap oleh para ahli melalui riset pendahuluan di Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Dengan melibatkan 361pasien klinik, peneliti menemukan bahwa semakin lama pria menggunakan ponsel setiap hari, semakin menurun jumlah sel sperma dan semakin besar pula prosentase jumlah sperma abnormal.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility ini merupakan fakta lain yang mempertanyakan dampak potensial penggunaan ponsel atau alat-alat nirkabel terhadap kesehatan. Beberapa riset sebelumnya kerap menghubungkan radiasi ponsel dengan timbulnya gangguan kesehatan seperti penyakit susah tidur atau tumor otak.  Walau begitu, ada pula riset lainnya yang tidak menemukan hubungan ponsel dengan problem kesehatan. Yang menjadi kekhawatiran selama ini adalah energi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan ponsel secara teoretis dapat mempengaruhi sel-sel tubuh.  Apalagi juga digunakan dalam waktu lama, ponsel dikhawatirkan mengganggu jaringan dengan cara merusak  DNA.
Tetapi temuan para ahli di Cleveland ini tidak memberikan bukti bahwa radiasi ponsel dapat merusak sperma. “Hasil penelitian kami menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara penggunaan ponsel dengan penurunan kualita semen. Namun begitu, ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat,” ungkap pimpinan riset, Dr Ashok Agarwal. Dalam penelitiannya, Agarwal beserta tim meneliti sampel semen dari 361 pria yang mengunjungi klinik infertilitas selama sekitar setahun.  Peneliti juga mengadakan semacam kuisioner kepada seluruh partisipan untuk menanyakan soal kebiasaan menggunakan ponsel.
Secara umum, peneliti menemukan bahwa jumlah dan kualitas sel sperma cenderung menurun seiring meningkatnya jumlah waktu penggunaan ponsel. Pria yang dalam kuisioner mengaku menggunakan ponsel rata-rata empat jam sehari tercatat memiliki rata-rata jumlah sel sperma terendah serta jumlah sel normal/aktif terendah. “Kami mengasumsikan dari hasil penelitian ini bahwa penggunan ponsel yang berlebihan berhubungan dengan rendahnya kualitas semen,” kata Agarwal.  Tetapi apakah ponsel dapat secara langsung mempengaruhi kesuburan pria masih belum jelas.
Agarwal mengatakan, timnya juga saat ini tengah melakukan dua riset lanjutan untuk mempertegas asumsi tersebut. Pada riset pertama, peneliti  menyinari sampel semen dengan radiasi elektromagnetik dari  ponsel untuk melihat dan mengetahui dampak apa yang akan terjadi.  Sedangkan pada riset kedua,  peneliti akan meneruskan riset awal dengan melibatkan jumlah pria yang lebih banyak. Menurut Agarwal, riset ini juga akan memperhitungkan faktor lain yang akan mempengaruhi seperti gaya hidup (lifestyle) serta risiko yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat mempengaruhi kualitas sperma
Mengganggu Lebah Madu
Bukan hanya mengganggu kesehatan manusia ponsel ternyata bisa menyebabkan penurunan tajam dari populasi lebah madu. Sebab sinyal dalam telepon seluler menyebabkan radiasi pada koloni lebah. Para peneliti India yang berasal dari University of Punjab telah melakukan sejumlah uji coba dengan memasang satu dah dua sarang dengan dua ponsel. Ponsel tersebut dinyalakan selama lima belas menit selama dua kali sehari. Sementara sarang yang lainnya ditaruh ponsel mainan atau dummy. Setelah tiga bulan, mereka menemukan bahwa jumlah lebah dalem sarang yang dilengkapi dengan ponsel berkurang drastis. Lebah madu berperilaku aneh, ada lebih sedikit telur, dan tidak menghasilkan madu. Perubahan perilaku lebah serupa telah diamati di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Koloni dari lebah-lebah tersebut hanya meninggalkan sarang, tidak pernah kembali. Fenomena ini dikenal sebagai koloni gangguan yang menyebabkan keruntuhan. “8iasanya runtuhnya koloni sebelumnya disebabkan oleh virus, parasit, pestisida, menggunakan tanaman rekayasa genetik dan perubahan iklim,” kata para peneliti. “Laporan seperti runtuhnya koloni di alam di negara-negara berkembang seperti India, karena radiasi elektromagnetik (EMR) berbasis teknologi relatif baru bahkan cenderung tidak ada. Namun, hal ini dimungkinkan bahwa EMR yang berlaku di negara-negara maju memengaruhi populasi lebah di negara tersebut, ujarnya menambahkan. “Kami beruntung bahwa lonceng peringatan sudah berbunyi dan hal itu bagi kita dapat digunakan merencanakan strategi yang tepat untuk menyelamatkan bukan hanya lebah, tetapi hidup dari efek buruk tersebut,” ujar ilmuwan di India, menyimpulkan hasil penelitian tersebut
Beberapa tips sederhana yang sangat membantu agar dapat mengurangi dampak bahaya radiasi ponsel bagi tubuh:
  • Karena fungsi tubuh dan orag tubuh bayi dan anak belum sempurna sebaiknya jangan meaktifkan ponsel dekat bayi atau anak. Dampak kesehatan radiasi pionsel terhadap bayi dan anak lebijh besar dibandingkan pada orang dewasa.
  • Jika memungkinkan sebaiknya menggunakan peralatan tambahan seperti misalnya headset ketika berbicara di telepon. Karena walaupun dengan menggunakan headset tidak 100 persen menghilangkan radiasi, tapi setidaknya mengurangi radiasi itu sendiri! Atau jika memungkinkan sebaiknya menggunakan fasilitas loudspeaker. Kemudian jika memilih untuk menggunakan headset maka usahkan agar ponsel jauh dari tubuh.
  • Jika tidak memungkinkan menggunakan fasilitas loudspeaker atau tool bantuan seperti headset, maka sebaiknya mengurangi bicara di telepon dan sebaliknya lebih banyak mendengar. Ponsel yang digunakan tersebut umumnya akan memancarkan radiasi ketika digunakan untuk SMS atau ketika bicara. Tetapi tidak akan memancarkan radiasi jika cukup mendengarkan lawan bicara saja sewaktu digunakan untuk telepon!
  • Sebisa mungkin jika masih bisa SMS, sebaiknya jangan telepon. Selain untuk ngirit pulsa, energi yang dibutuhkan untuk SMS lebih kecil jika digunakan untuk telepon.
  • Terkadang bila berada ke daerah yang lemah sinyal, biasanya jika hp digunakan untuk menelpon maka sinyalnya akan lemah. Dalam keadaan sinyal lemah maka ponsel akan semakin kuat memancarkan radiasi untuk mencari sinyal lemah tersebut, Selain itu keadaan seperti ini juga menyebabkan baterai cepat kosong. Sehingga sebaiknya hindari penggunaan ponsel jika sinyalnya lemah.
  • Terkadang karena alasan sayang dan ingin ponsel yang dimiliki tetep awet, maka sering menggunakan cashing tambahan atau pelindung tambahan. Jika menggunakan pelindung tambahan dan digunakan untuk telepon maka sinyal akan terperangkap dan handphine akan memancarkan radiasi yang lebih kuat untuk menemukan sinyal yang stabil. .
  • Hindari penggunaan Ponsel dari anak-anak, karena perkembangan otak anak-anak yang belum sempurna dapat menyerap bahaya radiasi ponsel lebih cepat dan lebih banyak dari pada orang dewasa .
Sumber :
News.co au
askmen.com
Blackbery.com
klinikanakonline.com